Jalan Panjang Vaksin Dengue

Shutterstock

Virus yang dibawa nyamuk bisa menyebabkan berbagai penyakit.




Buatan Indonesia




Tak mau tertinggal dengan peneliti dari negara lain, ilmuwan Indonesia yang tergabung dalam Konsorsium Vaksin Dengue, kini, mengerjakan pembuatan vaksin dengue secara mandiri. Para ahli itu berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.



Dari perguruan tinggi, yang tergabung adalah Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor. Biofarma, satu-satunya perusahaan vaksin nasional, yang ikut dalam konsorsium itu.



Peneliti utama sekaligus Manajer Integrasi Proyek Divisi Riset Biofarma Neni Nurainy mengatakan, kini konsorsium dalam tahap riset dasar untuk mencari bahan baku vaksin. Artinya, butuh 15-20 tahun lagi agar vaksin buatan dalam negeri itu bisa dipasarkan.



Meski tertinggal jauh dengan vaksin dengue buatan Sanofi Pasteur, Neni dan peneliti lain yakin vaksin buatan mereka bisa bersaing karena memakai pendekatan dan teknologi berbeda. Vaksin dibuat berbasis kondisi virus dan sosial budaya Indonesia. ”Vaksin akan lebih aman karena dibuat bebas dari bahan bersumber binatang lain dan dijamin kehalalannya,” ujarnya.



Karena bebas dari hewan lain sebagai bahan bakunya, vaksin bisa dibuat dari rekombinan protein virus atau berbahan baku DNA virus. Meski belum dipastikan bahannya, para peneliti menargetkan tingkat efikasi vaksin lebih dari 80 persen.



Afiono menambahkan, tak ada vaksin yang punya efikasi hingga 100 persen. Jadi, tak ada vaksin yang bisa melindungi seseorang dari penyakit 100 persen. Vaksinasi hanya akan mengurangi risiko seseorang terinfeksi penyakit atau mengurangi tingkat keparahan penyakit.



Keberhasilan vaksin juga ditentukan kondisi bibit penyakit. Semakin banyak bibit penyakit mutasi saat diuji, tingkat efikasi vaksin akan turun. Setiap individu punya kondisi genetik berbeda yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. (M.Zaid Wahyudi)





Original Post: http://ift.tt/1BJckHO

Source : http://ift.tt/1BJckHO
Show Comments

Popular Post